Seni Lukis Sebagai Sarana Psikoterapi

Tahukah Anda seni visual atau seni lukis dapat digunakan dalam psikoterapi.

Psikoterapi adalah salah satu metode yang umum dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan, seperti stres berat, depresi, dan gangguan cemas.

Tak dimungkiri kerasnya kehidupan saat ini dapat memicu timbulnya berbagai macam gangguan jiwa seperti stress, depresi, kehilangan makna hidup dan sebagainya.

Mengacu pada hal tersebut, maka ilmu seni dimanfaatkan sebagai media penyembuhan melalui karya seperti lukisan.

Di sisi lain hal ini mendorong lahirnya terapi seni.

Peng­gunaan ilmu seni dalam psikoter­api merupakan salah satu titik temu ilmu psikologi dengan ilmu seni.

 

Peran Lukisan dalam Mengubah Perilaku

Mengutip dari dosenpsikologi.com terdapat 13 peran psikologi dalam seni visual.

Peran tersebut meliputi :

  1. Peran Persepsi
  2. Peran Mengubah Perilaku
  3. Peran Pandangan Mental
  4. Peran Pendidikan
  5. Peran Emosi Kreatifiti
  6. Peran Sensitifitas,
  7. Peran Ekspresi,
  8. Peran Penyerapan Pengetahuan,
  9. Peran Hubungan Interpersonal
  10. Peran Terapan Kepribadian,
  11. Peran Perlakuan terhadap Kejiwaan
  12. Peran Psikoanalisis, serta
  13. Peran Kepercayaan

Dengan memahami dan mengerti seni visual yang ditampilkan. Sebuah lukisan dipercaya bisa mengubah perilaku seseorang menjadi seperti yang terdapat di dalam makna lukisan tersebut.

Dalam ilmu psikologi hal ini erat kaitannya dengan istilah stimulus control.

Stimulus kontrol adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika seorang individu berperilaku tertentu karena adanya stimulus yang diberikan dan berperilaku berbeda ketika stimulus tersebut tidak ada.

Keberadaan stimulus kontrol dibutuhkan untuk bisa memicu respon yang diharapkan ketika stimulus yang telah terkontrol diberikan.

Contoh : stimulus berupa lampu merah yang mengharapkan adanya respon berupa menghentikan kendaraan.

Keberadaan lampu merah merupakan stimulus yang sengaja dibuat oleh pengendali lalu lintas untuk membuat lalu lintas menjadi teratur.

Tidak jarang warna juga dapat memengaruhi kondisi fisik ataupun mental seseorang.

 

Berkenalan dengan Auratic Painting sebagai Stimulus yang Dapat Mengubah Perilaku Seseorang atau Organisasi

Adalah Eko Budhi Purwanto seorang psikolog sekaligus founder Grahita Indonesia sebuah Lembaga psikoterapan yang berdiri sejak tahun 1996 yang menjadi pionir dan penggerak lahirnya Auratic painting.

Secara garis besar Auratic painting adalah seni lukis yang memadukan teknologi, art, dan psikologi, untuk kepentingan psikoterapi.

Maka Grahita Indonesia memperkenalkan Auratic Painting yang dapat mengubah perilaku seseorang atau organisasi secara instant dan signifikan ke arah yang diinginkan lewat media lukisan dan warna.

Dan yang menarik lukisan ini dikerjakan dengan teknik blok tinta digital (digital ink block art) tanpa gradasi, dan tanpa menggunakan software khusus.

 

Contoh Lukisan Auratic Painting

lukisan digital

 

Selain sebagai media psikoterapi unutk keluarga, anak-anak, remaja maupun kepentingan bisnis.

Lukisan ini juga cocok dipasang di rumah atau kantor untuk memperindah ruangan karena dibuat khusus oleh pelukis handal dengan nilai estetika yang indah.

Apabila Anda tertarik ingin tahu lebih banyak mengenai genre seni lukis baru ini, silahkan kunjungi web auraticpainting.com

Ketahui berbagai tema lukisan Auratic painting lainnya yang memiliki nilai filosofi tinggi.

Tinggalkan komentar